5 Risiko Menggunakan Bahan Bakar Beroktan Rendah pada Mobil Retro
Mobil retro dikenal dengan desain klasik dan mesin yang masih mengandalkan teknologi lama. Namun, penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari performa yang menurun hingga potensi kerusakan mesin.
Baru-baru ini, dugaan kasus korupsi di Pertamina yang melibatkan perubahan bahan bakar beroktan 90 menjadi 92 mencuat ke publik. Isu ini kembali mengingatkan kita tentang pentingnya menggunakan bahan bakar sesuai standar pabrikan, terutama untuk mobil retro yang membutuhkan perawatan lebih teliti.
Berikut adalah 5 risiko utama jika menggunakan bahan bakar oktan rendah pada mobil retro:
1. Knocking: Musuh Utama Mesin Klasik
Salah satu efek paling berbahaya dari bahan bakar dengan angka oktan lebih rendah adalah knocking atau ketukan mesin.
Apa itu knocking?
Knocking terjadi ketika campuran bahan bakar dan udara terbakar sebelum waktunya akibat tekanan yang tinggi di dalam silinder. Hal ini menyebabkan suara ketukan keras pada mesin dan berpotensi mempercepat keausan komponen mesin.
Dampaknya pada mobil retro:
- Komponen mesin cepat aus karena ketukan yang terus-menerus.
- Kinerja mesin menjadi tidak stabil, terutama pada mobil lawas yang masih menggunakan karburator.
- Meningkatkan konsumsi bahan bakar karena pembakaran tidak sempurna.
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, knocking dapat menyebabkan kerusakan serius pada piston dan ruang bakar, yang berujung pada biaya perbaikan yang mahal.

Volkswagen Beetle 1967
2. Performa dan Efisiensi Mesin Menurun
Mobil retro dirancang untuk bekerja dengan bahan bakar tertentu, dan penggunaan oktan yang lebih rendah dari standar bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna.
Dampaknya pada mobil retro:
- Tenaga mesin menurun, terutama saat akselerasi.
- Mobil terasa lebih berat, membuat pengalaman berkendara kurang nyaman.
- Konsumsi bahan bakar meningkat, karena mesin harus bekerja lebih keras untuk mencapai performa optimal.
Sebagai contoh, mobil klasik seperti Toyota Corolla DX atau Mercedes-Benz W123 membutuhkan bahan bakar dengan oktan minimal 92 atau lebih untuk mempertahankan performanya. Menggunakan bahan bakar oktan rendah dapat membuat kendaraan terasa kurang bertenaga dan lebih boros.
3. Kerusakan Komponen Mesin
Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai standar dapat mempercepat penumpukan karbon di dalam mesin. Karbon yang menumpuk bisa menyumbat injektor, merusak katup dan kepala silinder, serta memperpendek usia mesin.
Efek jangka panjangnya:
- Injektor bahan bakar bisa tersumbat, menyebabkan mesin sulit dihidupkan.
- Katup mesin bisa mengalami kebocoran, yang mengurangi tenaga mobil.
- Mesin bisa mengalami overheating, akibat pembakaran yang tidak optimal.
Pada mobil klasik yang masih menggunakan karburator, endapan karbon yang menumpuk dapat menyebabkan karburator tersumbat, sehingga mobil sulit untuk distarter atau sering mati mendadak saat dikendarai.

Mercedes-Benz 300 SL
4. Emisi Gas Buang yang Tinggi
Mobil retro biasanya memiliki sistem pembakaran yang lebih sederhana dibandingkan mobil modern. Jika bahan bakarnya tidak sesuai, maka pembakaran tidak sempurna akan meningkatkan kadar emisi gas buang.
Dampaknya pada lingkungan dan kendaraan:
- Asap knalpot lebih tebal, yang bisa mengganggu pengendara lain.
- Mobil tidak lolos uji emisi, terutama di kota-kota besar yang menerapkan regulasi ketat.
- Kinerja catalytic converter terganggu, membuat mesin lebih cepat panas.
Regulasi pemerintah telah menetapkan standar emisi gas buang, dan mobil yang tidak memenuhi standar bisa dilarang beroperasi di beberapa wilayah. Penggunaan bahan bakar yang sesuai dapat membantu mobil retro tetap memenuhi standar tersebut.
5. Risiko Overheating
Bahan bakar beroktan rendah bisa menyebabkan suhu ruang bakar meningkat lebih tinggi dari seharusnya. Jika dibiarkan terus menerus, mesin bisa mengalami overheating.
Kenapa ini berbahaya?
- Overheating bisa menyebabkan blok mesin retak.
- Seal dan gasket mesin bisa meleleh, yang berujung pada kebocoran oli.
- Suhu tinggi dapat merusak sistem pendingin, membuat radiator dan kipas bekerja lebih keras.
Mobil retro dengan sistem pendingin konvensional lebih rentan terhadap overheating jika bahan bakar yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi mesin.
Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai untuk Mobil Retro

Toyota Corolla 1976
Menggunakan bahan bakar dengan angka oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan bisa membawa dampak negatif yang serius terhadap mobil retro. Dari knocking mesin, penurunan performa, hingga emisi gas buang yang tinggi, semua bisa menjadi masalah besar jika tidak diperhatikan dengan baik.
Sebaliknya, menggunakan bahan bakar beroktan lebih tinggi tidak selalu memberikan manfaat signifikan, terutama jika mobil tidak dirancang untuk itu. Yang terbaik adalah selalu mengikuti spesifikasi bahan bakar yang dianjurkan pabrikan agar mobil tetap berperforma optimal, lebih hemat, dan lebih tahan lama.
Jadi, jika Anda pecinta mobil retro, pastikan untuk selalu menggunakan bahan bakar yang sesuai agar kendaraan kesayangan tetap terawat dan bisa digunakan dalam waktu yang lama!
Info Penting : Insentif PPN Kendaraan Listrik 2025
Cek Berita & Artikel Lainnya di: hondabalikpapan.com
